Membangun Personal Branding di Era Digital.

Membangun Personal Branding di Era Digital.

Apa itu Personal Branding?

Personal branding adalah bagaimana Anda membangun dan mempromosikan apa yang Anda perjuangkan. Mungkin Anda lebih sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama semacam Apple. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa Anda terapkan juga pada diri Anda. Personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang menjadikan Anda sebagai sosok yang sekarang ada. Personal branding juga bisa jadi pembeda Anda di antara milyaran sosok profesional lainnya di sekitar Anda.

Sebelum kita mulai membahas tentang stategi membangun personal branding, berikut ini ada 3 alasan mengapa Anda perlu membangung personal brand.

  1. Personal branding adalah pembeda. Kalau Anda berprofesi sebagai freenlancer atau marketer yang menjual dan memasarkan produk lewat media sosial, atau seorang yang bergerak dibidang personal development, maka personal branding menjadi pembeda Anda dengan kompetitor Anda. Dengan personal branding secara tidak langsung memberitahukan kepada orang-orang mengapa mereka harus membeli dari Anda, bukan pesaing Anda. Melalui personal branding seolah-olah Anda mengatakan “Inilah saya dan ini yang saya lakukan atau ini yang saya jual” tanpa Anda harus mengklaimnya secara sepihak.
  2. Personal branding menciptakan koneksi. Orang-orang dengan personal brand yang bagus menjadi magnet bagi orang lain. Sehingga orang-orang di media sosial berlomba-lomba untuk menjadi teman atau follower nya. Dari proses ini terjadilah koneksi antara orang yang punya personal brand dengan orang-orang yang mencarinya. Setelah itu timbullah kepercayaan, dan transaksi di dalam bisnis berawal dari timbulnya rasa percaya. Semakin bagus personal brand Anda, semakin meningkat kepercayaan orang terhadap Anda dan semakin banyak pula orang akan membeli dari Anda.
  3. Personal branding meningkatkan authority. Biasanya kalau personal brand seseorang itu bagus maka authority nya juga tinggi. Dengan authority yang tinggi menjadikan Anda bisa mempengaruhi orang lain dengan mudah. Karena pada umumnya orang dengan authority tinggi kata-katanya didengar oleh para audiencenya, saran-sarannya selalu diikuti dan permintaan/ apa yang dia tawarkan selalu dituruti oleh para followersnya.

Ingatlah bahwa orang lebih nyaman berbisnis atau berinteraksi dengan orang yang mereka tahu, suka, atau percaya. Jika orang tidak memiliki persepsi mengenai Anda, akan sulit mereka untuk menyukai apalgi memepercayai Anda sehingga mereka pun akan berpikir dua kali untuk berbisnis dengan Anda.

Berikut adalah tujuh tips untuk membuat personal branding yang kuat.

1. Tentukan Tujuan Personal Branding

“Apa tujuan Anda ingin dikenal orang lain?”

Sebelum melangkah lebih jauh dengan personal branding, Anda harus dapat menjawab pertayaan yang esensial tersebut.

Harus. Jika Anda tidak mau atau gagal menjawab pertanyaan tersebut, maka kita tidak perlu berdiskusi lebih jauh lagi.

Tentukan tujuan atau goals personal branding Anda. Tujuan atau goals harus bersifat jangka panjang, ambisius, dan spesifik, misalnya:

  • Menjadi figur yang menjadi referensi atau top of mind di segala hal yang berhubungan dengan kerajinan tangan dari kertas
  • Menjadi pembicara dari satu event disrupsi ekonomi ke event lain
  • Dikenal sebagai ahli di bidang kecantikan dll

Ketika membangun personal branding goals, Anda harus melihat bagaiamana orang yang Anda gemari menampilkan diri mereka secara online. Hal ini termasuk pelajari bagaimana ia menyampaikan idenya melalui tulisannya, videonya, hingga fotonya.

2. Lakukan Riset Personal Branding

Pertanyaan selanjutnya adalah, “bagaimana Anda ingin dikenal oleh orang lain?”

Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang yang pintar tapi membosankan? Cerdas dan humoris? Stylish dan humoris? Bagaimana Anda ingin bisa diingat oleh orang lain?

Anda harus benar-benar melakukan riset yang mendalam untuk memahami unique selling point atau hal-hal apa yang bisa membedakan diri Anda dari influencer lain.

Yang terpenting dalam hal ini adalah menemukan sesuatu yang Anda bisa atau telah kuasai dan orang lain tidak atau belum. Kemudian, jadikan itu sebagai “superpower”, latih terus menerus, dan jadikan itu ceruk atau niche Anda.

Selanjutnya, jadilah ahli di niche Anda dan selalu berorientasi pada growth, yang berarti tidak berhenti belajar meskipun Anda telah menemukan niche Anda.

3. Tentukan Personal Brand Anda

Setelah menentukan tujuan dan melakukan riset tentang personal branding, Anda baru bisa melangkah dengan mantap ke tahap menentukan personal brand.

Anda bertanya, “bagaimana saya bisa yakin untuk pada akhirnya menentukan personal branding?”

Apapun yang Anda lakukan; menulis, mendesain, fotografi, dan lain sebagaianya, selalu ada ratusan hingga ribuan orang lainnya di luar sana yang melakukan hal yang sama.

Lalu, bagaimana Anda bisa “memenangkan” persaingan di antara mereka?

Penulis, desainer, dan fotografer mungkin sama-sama menulis, mendesain, dan mengambil foto. Namun, Anda bisa menjadi beda di antara ratusan atau ribuan orang lainnya dengan Bagaimana dan Mengapa Anda melakukan pekerjaan tersebut.

Personal brand Anda adalah keunikan yang Anda punya sejak dulu atau baru Anda temukan/ciptakan setelah membaca tulisan ini.

Seth Godin, penulis dan ahli marketing dunia, pernah mengatakan, “Orang tidak membeli barang atau layanan. Melainkan, mereka membeli hubungan, cerita, dan keajaiban.”

Benarkah?

Secara ilmiah telah terbukti melalui sebuah riset yang dilakukan oleh Nielsen, 83% responden lebih mempercayai rekomendasi dari teman dan keluarga daripada perusahaan pemilik brand itu sendiri.

Temukan keunikan Anda dengan menjawab pertanyaan Bagaimana dan/atau Mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan, posisikan diri Anda di antara teman atau audiens Anda.

Ketika Anda telah menemukan jawaban dari itu semua, maka Anda telah menentukan personal brand secara benar.

4. Buat Konten yang Otentik dan Bernilai

Menemukan keunikan diri saja tidak cukup.

Setelah itu, Anda harus melangkah lebih jauh dengan “memasarkan” personal brand yang telah Anda tentukan di langkah sebelumnya.

“Bagaiman caranya?” Anda bertanya.

Konten, tentu saja. Komunikasikan dan pasarkan semua nilai dari personal brand Anda melalui konten-konten yang berkualitas.

Tulisan, video, presentasi, foto, dan berbagai macam konten akan berhasil memasarkan personal brand Anda hanya ketika konten tersebut otentik dan bernilai bagi audiens Anda.

Content marketing adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi oleh brand manapun. Termasuk Anda.

Blog merupakan yang bagus untuk membangun personal brand melalui konten. Selain itu, Anda harus memiliki strategi dalam membuat konten termasuk membuat variasi konten melalui video, tulisan, ebook, foto, infografik, presentasi, dan masih banyak lagi.

Jangan menjadi orang lain. Jadilah Anda yang otentik karena audiens bukan mengharapkan Anda menjaga imej secara sempurna di dunia digital.

Audiens mencari koneksi emosional dengan Anda melalui konten yang mengandung nilai-nilai personal brand Anda.

Anda mungkin seorang desainer yang berjuang melawan depresi, rundungan, perdebatan orientasi seksual dan hal manusiawi lainnya. Memiliki personal brand bukan berarti memiliki hidup yang selalu manis ceritanya.

Kembangkanlah personal brand tapi janganlah berhenti menjadi manusia karena dengan menjadi manusia, orang akan lebih mengetahui, menyukai, dan mempercayai Anda.

5. Konsisten

Konsistensi adalah kata kunci dalam membangun personal brand.

Dengan mempraktikan konsistensi maka Anda telah membuktikan kalau Anda pantang menyerah dan dipastikan Anda akan memetik buahnya.

6. Fokus Pada Niche Anda

Memang benar jika Anda berpikir bahwa, “kita tidak akan bisa membangun sebuah brand tanpa audiens.”

Tidak ada yang salah dari pernyataan itu. Yang salah adalah ketika mencoba sangat keras untuk membuat semua orang tertarik kepada personal brand Anda.

Hal tersebut bukanlah dan jangan pernah menjadi orientasi ketika membangun personal brand Anda.

Apa yang harus dilakukan?

Fokuslah pada niche Anda yang telah dibahas di atas, dan berusahalah untuk hanya menarik mereka yang memilki pemikiran yang sama di setiap konten yang Anda tawarkan.

Bangunlah sebuah komunitas di media sosial yang platform-nya sesuai dengan personal brand yang ingin Anda bangun. LinkedIn, misalnya, bagus untuk membangun jejaring profesional, dan Twitter bagus untuk mempromosikan konten-konten yang orisinal.

Fokuslah untuk memancing ikan di kolam yang benar dengan umpan yang berkualitas.

7. Investasi Untuk Personal Branding

Kini Anda telah memiliki konsep besar mengenai personal branding, dan hal itu merupakan aspek strategis yang bagus.

Akan tetapi, terkadang, tidak semua orang adalah desainer, penulis, fotografer, atau web developer yang baik. Melakukan investasi dalam personal branding bukanlah hal yang tabu dan tidak selalu harus mahal. Platform seperti Sribulancer menyediakan banyak freelance copywriter, web designer, developer, photographer, atau designer dengan portfolio yang menjanjikan untuk membantu mengembangkan personal branding seseorang.

tulisan dari berbagai sumber.

Share this post

Post Comment